LPM STIU DARUSSALAM BANGKALAN MENGIKUTI WORKSHOP PENGYUSUNAN SPMI

22 Jan 2022, by Abd Karim

Home Kegiatan LPM STIU DARUSSALAM BANGKALAN MENGIKUTI WORKSHOP PENGYUSUNAN SPMI

LPM STIU DARUSSALAM BANGKALAN MENGIKUTI WORKSHOP PENGYUSUNAN SPMI

Wrkshop penyusunan SPMI diselenggarakan oleh kopertais IV Surabaya di hotel Ciptaningati Batu provinsi Jawa Timur selama dua hari, tepatnya hari rabu-kamis, 19-20 Januari 2022. Acara tersebut diikuti oleh 149 dari 165 perguruan tinggi keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Jawa Timur, termasuk STIU Darussalam Bangkalan. Output yang dihasilkan dalam pelaksanaan workshop penyusunan SPMI adalah draf dan template penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dikehendaki sebagai pedoman lembaga penjaminan mutu (LPM) PTKIS yang berada di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Surabaya.

Keynote speaker dalam kegiatan ini diantaranya; Dr. Asep Saepul Hamdani, M.Pd (cara penyusunan dokumen SPMI), Dr. Ir. Mahayu Woro L, MP. (Kompilasi hasil pleno) dan Ahmad Fauzi, M.Pd (Komponen-komponen tambahan di atas SN-Dikti). Sementara delegasi STIU Darussalam dihadiri oleh Kepala dan anggota LPM, yaitu; Dr. Tri Wahyu Ramdhan, M.Pd., dan Rohasib Maulana, M.Pd.

“Eksistensi LPM di perguruan tinggi sangat signifikan dan perlu untuk diperhatikan dan dikembangkan, jika visi-misi diasumsikan sebagai ruh kampus, maka LPM adalah jantungnya. Roda perkembangan kampus tidak akan maksimal jika SPMI yang dinaungi LPM tidak diatur sebaik mungkin. Oleh sebab itu, LPM sebagai lembaga mutu kampus mesti harus hidup dan aktif. Meskipun dalam beberapa kasus LPM akan menghadapi banyak rintangan dan tantangan, tapi itulah faktanya. Makanya LPM itu harus kuat, bila ingin kampus itu berkembang dan maju”. Tutur Ahmad Fauzi

Baca Lainnya :

Tidak berlebihan kiranya bila dikatakan bahwa keberadaan LPM di sebuah lembaga perguruan tinggi sangat menentukan kualitas dan kuantititas kampus. SPMI sebagai ‘kitab suci’ kampus yang dikendalikan LPM merupakan pedoman bagaimana cara kampus bertahan dan berkembang. Tentu hal ini senada dengan tuntutan akreditasi yang menjadi bagian wajib dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Lebih daripada itu, SPMI mengatur semua sektor kampus untuk mencapai visi-misi demi mutu terbaik. Bukan sekedar memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi demi melahirkan mahasiswa-mahasiswa yang berintelegensi tinggi, kompetetif, dan berkarakter.

“Bisa kita amati bersama. Kampus-kampus yang sudah maju dengan akreditasi A/Unggul, posisi LPM mereka sangat diperhatikan dan dikuatkan. Bahkan banyak jejak karir para Rektor di kampus-kampus hebat, sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala LPM. Karena LPM itu sangat tahu kemana arah kampus akan dikembangkan. Tapi bukan berarti rektor harus menjabat LPM terlebih dahulu. Semuanya dikembalikan kepada situasi dan kondisi kampus masing-masing ” Tegas Dr. Asep Saepul

Urgensitas LPM sangat dirasakan ketika SPMI kampus tidak berjalan dengan baik. Dr. Asep dalam materinya menyampaikan bahwa penyusunan SPMI butuh waktu dan loyalitas kinerja LPM. LPM itu harus tekun dan berkomitmen tinggi.

“saya menjabat kepala LPM di UIN Sunan Ampel Surabaya sekitar sembilah tahun lebih. Sepanjang perjalanan saya selama di LPM, yang terpenting lagi adalah support dari rektor/ketua, selain komitmen dan kesabaran yang memang harus tertanam dalam diri saya sebagai kepala LPM.”  Imbuh Asep Saepul

Selama dua hari kegiatan workshop penyusunan SPMI berlangsung delegasi  LPM STIU Darussalam mengikuti secara penuh dan bertanggungjawab. Termasuk dalam memenuhi salah satu tugas penyusunan standar yang diamanahkan panitia/pemateri dalam kerja kelompok, mulai dari standar pembelajaran, penelitian, hingga pengabdian. Tugas tersebut diproyeksikan sebagai salah satu pedoman dalam penyusunan SPMI, sekaligus sebagai output untuk penyusunan SPMI di perguruan tinggi masing-masing.

Sumber: R_Maulana