LPM STIU DARUSSALAM BANGKALAN IKUTI WORKSHOP AMI

Pentingnya AMI dan Sertifikat Auditor menarik simpatik LPM STIUDA untuk ikuti Workshop

12 Jun 2022, by Abi Bakrin

Home Kabar Kampus LPM STIU DARUSSALAM BANGKALAN IKUTI WORKSHOP AMI

LPM STIU DARUSSALAM BANGKALAN IKUTI WORKSHOP AMI

Sidoarjo,- Salah satu upaya untuk menjaga mutu yang baik dan unggul, maka perlu dilakukan berbagai terobosan-terobosan yang mengarah pada peningkatan perguruan tinggi, baik dari segi proses pembelajaran, SDM, tata kelola dan sebagainya. Oleh sebab itu, di setiap perguruan tinggi diperlukan adanya lembaga yang menjaga dan memastikan mutu Pendidikan tinggi di lembaga tersebut yang dikenal dengan Lembaga Penjamin Mutu (LPM). 

LPM merupakan bagian terpenting dalam system perguruan tinggi. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang RI No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dalam Bab III bagian kesatu tentang Sistem Penjaminan Mutu. Pasal 51 ayat 1 menyebutkan bahwa Pendidikan tinggi yang menghasilkan lulusan yang mampu secara aktif mengembangkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.

KOPERTAIS Wilayah IV Surabaya berkerjasama dengan sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) termasuk di antaranya adalah STIU Darussalam Bangkalan yang mengutus 2 (dua) orang Dr. Tri Wahyudi Ramdan, M.Pd.I (sebagai Ketua LPM) dan Rohasib Maulana, M.Pd (Sebagai staff LPM), menyelenggarakan Workshop Auditor Audit Mutu Internal (AMI) yang berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 10 – 12 Juni 2022 di Hotel Halogen, By Pass Juanda, Siduarjo.

Baca Lainnya :

Manfaat AMI secara langsung adalah diperolehnya rekomendasi peningkatan mutu perguruan tinggi. Rekomendasi tersebut akan bermanfaat bagi pimpinan perguruan tinggi dalam mengembangkan berbagai program untuk mencapai tujuan perguruan tinggi. Dengan demikian, AMI merupakan salah satu langkah untuk mengetahui kesesuaian standar dengan pelaksanaan yang telah dilakukan pada berbagai aspek yang ditetapkan dalam lingkup AMI, misalnya:

a. Konsistensi penjabaran kurikulum dan silabus dengan tujuan pendidikan dan kompetensi lulusan yang diharapkan (learning outcome).

b. Konsistensi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pembelajaran terhadap pencapaian kurikulum dan silabus

c. Kepatuhan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pembelajaran terhadap manual, prosedur, dan instruksi kerja program studi.

d. Kecukupan penyediaan sarana prasarana, sumber daya pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

e. Konsistensi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama.

f. Mengurangi resiko yang mungkin terjadi di perguruan tinggi seperti risiko kualitas, hukum, keuangan, strategi, kepatuhan, operasional, dan terutama resiko reputasi.


“Acara ini menjadi sangat penting dan mendesak untuk diselenggarakan, karena kebutuhan perguruan tinggi yang tetap ingin menjaga mutu dari berbagai sector secara professional, juga agar mampu berdaya saing dengan PT-PT lain yang lebih maju dan berkembang.” Tutur Juhari, S.Ag., M.E.I., selaku Ketua Konsorsium LPM Kopertais Wilayah IV Surabaya"'.

Sejumlah narasumber didatangkan langsung oleh panitia penyelenggara yang berasal dari kampus-kampus terkemuka seperti Dr. Ali Musthafa (Sekretaris LPM UIN Sunan Ampel Surabaya), Dr. Ir. Mahayu Woro Lestari, M.P. (Ketua LPM UNISMA Malang) dan Dr. Asep Saepul Hamdani, M.Pd. (Kepala Pusat Audit Mutu LPM UIN Sunan Ampel Surabaya), Ahmad Fauzi, M.Pd. (Tim Ahli Kopertais Wilayah IV Surabaya) dengan berbagai materi yang disampaikan diantaranya Kebijakan SPM DIKTI, SN DIKTI, SPMI dan AMI, Review Dokumen SPMI, Penyusunan Rencana dan Laporan Audit Kerja AMI, Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dan lain lain. Acara ini sungguh luar biasa karena langsung dibuka oleh Bapak Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya yang baru; Prof. Akh. Muzakki, M.Ag, Grad, Dip. SEA, M.Phil, Ph.D.

Salah satu peserta workshop Auditor AMI yang sekaligus Ketua LPM STIU Darussalam Bangkalan, menuturkan bahwa "acara ini sangat penting diadakan mengingat akan pentingnya mutu perguruan tinggi terutama kampus-kampus swasta yang secara kelembagaan perlu ada pembinaan berkelanjutan. “Kami berharap acara seperti ini bisa diadakan setiap tahun, apalagi di tempat kami adalah kampus baru, sehingga bisa sharing idea dengan pengurus LPM perguruan tinggi lain terkait penjaminan mutu.” Lanjut lelaki kelahiran Kediri tersebut.

Acara ini ditutup dengan presentasi hasi audit dan praktik audit mutu internal yang dilakukan oleh beberapa peserta workshop sebagai bentuk implementasi hasil workshop yang telah dilakukan selama beberapa hari tersebut. Dan Acara ditutup oleh Dr. YUNUS ABU BAKAR, M.Pd.I.

Redaksi Bakrin,-