|

PROFIL STIUDA Bangkalan

PROFIL  STIUDA Bangkalan

STIU Darussalam Bangkalan  adalah salah satu Kampus PTKIS Swasta di Indonesia ini yang berada di bawah naungan pesantren dan termasuk binaan kopertais Wilayah IV Surabaya,  dengan Nomor SK 3304 Tahun 2016 tepatnya pada tanggal 10 Juni 2016 dengan ditanda tangani oleh  Bapak Kamarudin Amin. Perguruan Tinggi ini beralamat di Jl. Hidayat 415 Pakong Modung Bangkalan Madura Jawa Timur, Kode Pos: 69166,Website: www.stiuda.ac.id,   E-mail: stiudarussalam5@gmail.com.

Lahirnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen merupakan dasar hukum yang kuat bagi perguruan tinggi, termasuk STIU Darussalam, agar menyelenggarakan salah satu pendidikan profesi dengan berbagai macam bentuk kompetensi yang diharapkan dan menjadi tuntutan pendidikan nasional. Untuk itu, sekolah tinggi diharapkan dapat menjadi solusi alternatif untuk menjawab berbagai problematika pendidikan nasional, termasuk dalam hal ini adalah problem kekurangan tenaga pendidik (guru) yang memiliki latar belakang keilmuan yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diajarkan dalam satuan pendidikan. Salah satunya adalah problem kekurangan guru al-Qur’an dan Hadits yang selama ini masih menjadi keluhan hampir semua satuan pendidikan di tingkat dasar dan menengah.

Diakui atau tidak, masih banyak guru yang mengajar di berbagai satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan bidang studi yang diajarkan, sehingga tidak jarang kompetensi professional dan akademik guru masih diragukan oleh sebagian besar masyarakat. Terutama guru yang akan mengajar bidang studi al-Qur’an dan Hadits. Sebab, hampir dipastikan rata-rata yang mengajar bidang studi al-Qur’an dan Hadits adalah alumni atau lulusan dari Prodi PAI, dengan alasan sulit menemukan Sumber Daya Manusianya. Kekurangan akan guru yang memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya, telah lama menjadi keluhan dan problem satuan pendidikan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Bangkalan.

Berangkat dari kenyataan di atas, Pondok Pesantren Darussholah An-Nawawiyah, mencoba untuk merumuskan dan mengimplementasikan pesan-pesan (massage) Islam itu, melalui penerapan dan sosialisasi sistem pendidikan “Pesantren Perguruan Tinggi“, yang berupaya menanamkan nilai-nilai luhur Islam dan Sunnah-sunnah murni pondok pesantren, sekaligus menciptakan komunitas ilmiah yang berwawasan luas di kalangan para mahasiswanya. Sehingga dengan begitu diharapkan lahir generasi masa depan (khoirul ummah) yang ikhlas, mandiri, kokoh dalam memegang dan memperjuangkan prinsip-prinsip Islam, dan mampu menjawab tantangan zaman, serta bermanfa’at bagi masyarakat luas

Persoalan pemberdayaan dan peningkatan kualitas pendidikan umat, agaknya yang paling mendesak untuk dipikirkan, mengingat keterbelakangan umat Islam saat ini, banyak diakibatkan ketertinggalan mereka di sektor sistem pendidikandan pengkaderan yang berpotensi menciptakan sumber daya manusia muslim yang unggul dalam penguasaan berbagai Ilmu dan Teknologi Tinggi (High Tech). Menyadari kondisi seperti ini, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU Darussalam) Pakong Modung Bangkalan berupaya keras agar bisa berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan kaderisasiIslam yang dapat mengatasi persoalan dimaksud, dan pada gilirannya nanti, berhasil menyumbangkan kontribusi berarti bagi Izzil Islam wal Muslimin. Amin.

Ada beberapa alasan rencana pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darussalam tersebut, antara lain adalah:

  1. Kebutuhan masyarakat Madura terhadap layanan pendidikan jenjang  S-1 (Sarjana) sangat mendesak, seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, namun lembaga pendidikan tinggi tersebut belum tersedia di daerah Pakong Modung Bangkalan.
  2. Memfasilitasi para alumni pondok pesantren Darussholah An-Nawawiyah yang kian tahun semakin meningkat secara signifikan, namun mereka semua kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
  3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) (khususnya dalam menghadapi pembangunan Madura pasca pembangunan jembatan Surabaya-Madura; (Suramadu) semakin mendesak ditingkatkannya kualitas tenaga ahli dalam bidang manajemen yang lebih profesional, sehingga mampu melakukan tanggungjawab untuk membantu mengelola lembaga pendidikan secara profesional.
  4. Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darussalam  Pakong Modung Bangkalan telah memiliki persyaratan yang cukup memadai untuk mendirikan Program Sarjana mulai dari gedung, sarana dan prasarana (fasilitas) pendidikan, kurikulum dan tenaga dosen yang seluruhnya bergelar magister dan doktor.

Dengan pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin ini, Yayasan Pendidikan Islam Darussalam ikut berperan aktif dalam membantu mewujudkan program pemerintah Republik Indonesia dalam rangka mempersiapkan tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tinggi, khususnya tenaga ahli dalam bidang yang menjadi konsentrasi pada Program sarjana STIU Darussalam Bangkalan.

 

2.   Visi,misi, tujuan,strategi, dan tata nilai

a.  VISI STIU Darussalam Bangkalan  adalah:

”2041 Menjadi pusat pemantapan aqidah, pengembangan ilmu, amal dan akhlak yang luhur sebagai sendi masyarakat madani”.

 

b. MISI STIU Darussalam Bangkalan  adalah:

a)    Mempersiapkan individu-individu yang unggul dan berkualitas menuju terbentuknya umat terbaik (khoirul ummah) dalam kemantapan aqidah, keluhuran akhlaq, keluasan ilmu, kematangan profesional yang diperuntukan bagi manusia.

b)   Mempersiapkan kader-kader ulama dan pemimpin umat (mundzirulqoum) yang intelek dan muttafaqihfiddien.

c)    Mengembangkan ilmu pengetahuan, pemikiran dan manajemen dan penelitian melalui pengkajian dan penelitian ilmiah.

d)   Memberikan pelayanan informasi terhadap penggali ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu keislaman pada khususnya.

e)    Memberikan ketauladanan dalam kehidupan atas dasar nilai-nilai Islam dan budaya luhur bangsa.

 

c. Tujuan STIU Darussalam Bangkalan  adalah:

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan pendidikan di STIU Darussalam Bangkalan adalah:

a)         Menyiapkan peserta didik menjadi sarjana muslim yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan/atau memperkaya khazanah ilmu-ilmu keislaman.

b)        Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu keislaman serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

d. Strategi Pencapaian

Dalam rangka menciptakan sarjana yang memiliki kematangan spiritual dan kemuliaan akhlak, maka strategi pencapaian yang dilakukan adalah:

a)         Mahasiswa wajib mengikuti seluruh program Pondok Pesantren dan tradisi spiritual yang ada berdasarkan MoU kerjasama dengan beberapa pondok pesantren tersebut di atas. Dengan demikian, diharapkan seluruh mahasiswa STIU Darussalam Bangkalan mendapatkan pembinaan spiritual dan akhlak karimah yang berkelanjutan dari pondok pesantren tersebut.

b)        STIU Darussalam Bangkalan menyelenggarakan pembinaan kepada mahasiswa, baik dari aspek akademik, spiritual, maupun akhlak dalam wadah Lembaga Tahfidz dan Kajian al-Qur’an (LTKQ). Lembaga ini dikelola oleh mahasiswa dalam bentuk UKK (Unit Kegiatan Khusus) yang dibina langsung oleh PK-III. LTKQ ini menyelenggarakan kegiatan mingguan dan bulanan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa. Kegiatan LTKQ ini bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan al-Qur’an yang merupakan sumber nilai dan sumber inspirasi bagi peningkatan dan pengembangan spiritualitas, ilmu dan akhlak. Oleh karena itu, kegiatan LTKQ mengadakan kegiatan Tahfidz al-Qur’an dan kajian Kutub al-Turats setiap minggu (Rabu sore) dan menjalankan program khatm al-Qur’ân, dilanjutkan dengan kajian tafsir dan ke-qur’an-an setiap bulan (akhir bulan).

c)         STIU Darussalam Bangkalan membentuk Dosen wali yang membawahi beberapa mahasiswa binaan. Satu orang Dosen wali membawahi 36 mahasiswa binaan. Dosen wali juga bertindak sebagai “orang tua” bagi mahasiswa akan memberikan nasehat-nasehat, bimbingan, arahan dan rekomendasi kepada mahasiswa agar senantiasa meningkatkan aspek religiusitas, spiritualitas, etika, moral, dan akhlak yang mulia.

STIU Darussalam Bangkalan memiliki mata kuliah wajib Tahfidz al-Qur’an yang dimulai semester III sampai semester VII. Dalam setiap semester mahasiswa wajib menghafalkan satu Juz dari awal (Juz pertama). Mata kuliah ini dibina oleh Dosen yang sudah hafal tiga puluh Juz dan memiliki Sanad Qira’ah Sab’ah dari salah satu Ulama Mesir dan Yaman. Mata kuliah ini dimaksudkan untuk membangun spritualitas mahasiswa dengan barokah hafalan al-Qur’an yang dimiliki serta dapat memotivasi mahasiswa untuk senantiasa menunjukkan kecintaannya terhadap Al-Qur’an.

[]