|

Seminar-Wahyu dan Kemerdekaan; Merawat Semangat 45 Perspektif Alquran dan Hadis

  • Kategori Berita : Berita | Diposting Oleh: Administrator Stiuda
    Hari Senin | 04 November 2019 | 04:08:31 WIB | Dibaca: 40 Pembaca
Seminar-Wahyu dan Kemerdekaan; Merawat Semangat 45 Perspektif Alquran dan Hadis

Keterangan :

Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam (STIUDA) Bangkalan mengadakan Seminar Nasional pada hari sabtu (24/8) dengan tajuk tema “Wahyu dan Kemerdekaan; Merawat Semangat 45 Perspektif Alquran dan Hadis”. Bersama dengan Ach. Dhofir Zuhry, Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Baitul Hikmah, sebagai pembicara dan Hermanto Halil sebagai pembanding.

Acara seminar nasional tersebut sebenarnya merupakan sebuah acara puncak dari beberapa rentetan acara yang tengah dilaksana pada agenda Festival Agustus yang digarap oleh pihak BEM dan LPM.

“Ya, dapat dikatakan seminar ini merupakan acara puncak dari beberapa agenda di event Festival Agustus ini. Yang mana agenda acara di event Agustus ini adalah hasil dari kerjasama dua instansi, yaitu BEM Sabiq al-Khoir dan LPM Iqro’ STIUDA”. Ujar Subaidi selaku ketua BEM.

“Dan beberapa dari agenda acara Festival Agustus tersebut diantaranya adalah Lomba Karya Tulis, Kajian Kebangsaan, Pameran Tulisan, Upacara Bendera, Diklat Jurnalistik Dasar (DJD) dan Seminar Nasional. Dengan pengertian pula acara-acara tersebut dilaksanakan berdasarkan konsepan dari kedua instansi masing-masing”. Lanjutnya.

Sebelum masuk pada Acara seminar diisi dengan sesi pengumuman dan pemberian hadiah kepada pemenang lomba karya tulis; Sastra dan Esai.

Seminar tersebut berjalan lancar akan tetapi sedikit kendala terjadi ketika sudah masuk pada sesi dialog interaktif sehingga mengakibatkan kurangnya daya dengar peserta, akibat padamnya listrik secara tiba-tiba, yang berujung kurang puasnya peserta dalam mendengarkan jawaban kedua pemateri. “Seminar tadi sangat bagus, karena pematerinya sangat mumpuni dibidangnya juga dengan wawasannya yang luas, akan tetapi yang menjadi sedikit kendala adalah padamnya listrik ketika sesi pertanyaan sehingga mengakibatkan peserta yang dibelakang sulit untuk mendengar dan fokus terhadap apa yang pemateri sampaikan”. Komentar salah satu peserta Samsul Arifin Program Studi Ilmu Hadis (Prodi IH) Semester I.

“mewakili panitia seminar nasional kemarin, kami mohon maaf atas kendala padamnya listrik, sebenarnya salah satu dari panitia sudah mewanti-wanti hal tersebut akan tetapi karena perkiraan acara akan selesai sebelum dhuhur atau setengah hari kami menyangka listrik tidak akan padam, tapi tetap kami mohon maaf atas ketidakpuasan peserta akan acara seminar nasional kemarin” Ungkap Achmad Syakur selaku Ketupel II.

“Pesan kami kepada Mahasiswa STIUDA untuk tetap meningkatkan wawasan dan intelektualiasnya, kami tidak mengharuskan mahasiswa STIUDA untuk mengikuti semua kegiatan seperti seminar kemarin, namun acara seperti seminar tersebut juga merupakan bagian dari cara untuk menambah wawasan dan cara berfikir kita”. Pesan Presma.

Berdasarkan Informasi yang diperoleh dari Panitia sekitar 169 orang hadir dalam acara seminar tersebut dengan rincian 148 Perserta merupakan Mahasiswa STIUDA dan 21 Peserta Umum yang terdiri dari Mahasiswa dan Siswa. (A.H/25)

Berita Terkait