|

Himaprodi IAH Gelar Sekolah Tafsir Hadis #2

  • Kategori Berita : Berita | Diposting Oleh: Administrator Stiuda
    Hari Kamis | 24 Oktober 2019 | 16:13:32 WIB | Dibaca: 236 Pembaca
Himaprodi IAH Gelar Sekolah Tafsir Hadis #2

Keterangan :

STIUDA- Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir dan Ilmu Hadis (Himaprodi IAH) Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan mengadakan Sekolah Tafsir Hadis #2 dengan tema Membumikan Nilai Al-Quran dan Hadis di Tengah Arus Digitalisasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai Kamis (24/10/19) sampai hari terakhir Sabtu (26/10/19) yang dikemas dengan Kuliah Umum bertempat di Auditorium Pon-Pes Darussholah desa Pakong, Kecamatan Modung, kabupaten Bangkalan. Feri Gunawan selaku ketua panitia menyampaikan acara tersebut merupakan rutinitas tahunan yang setiap tahunnya masuk dalam Program Kerja pengurus Himaprodi IAH. "Acara ini dilaksanakan secara konsisten setiap tahun. Ini acara kali kedua yang kami laksanakan" tukas Feri, sapaan Feri Gunawan. Feri juga menyampaikan bahwa acara tersebut diikuti oleh mahasiswa Tafsir dan Hadis delegasi dari HMJ IAT/IH seluruh Jawa Timur. Syamsul Hadi, selaku Ketua Umum Himaprodi IAH menjelaskan tujuan kegiatan Sekolah Tafsir Hadis tersebut. Adapun kegiatan tesebut ditujukan untuk pembekalan bagi Mahasiswa STIUDA dalam aspek keilmuan mengenai Al-Quran dan Hadis, serta menjalin relasi dan komunimasi baik dengan HMJ IAT dan IH di luar STIUDA. "Dalam rangka membekali mahasiswa Baru terkait keilmuan tafsir dan hadis, menjalin silaturrahim dengan HMJ di luar" sampainya kepada pihak Madurapers.com. Selanjutnya, dia berharap peserta yang ikut kegiatan teraebut baik internal atau pun ekternal, selepas pulang dari kegiatan itu membawa segudang ilmu, pengalaman baru. "saya harap dengan keterbatasan STIUDA, temen-temen peserta bisa memetik pengalaman baru, dan tentunya ilmu" harapnya. Umar Zakka selaku Ketua STIUDA berharap para peserta bisa beradaptasi dengan soaio kultiral STIUDA yang berdiri dibawah payung pondok pesantren. "STIUDA berdiri dibawah naungan pesantren. Tentu, menjunjung tinggi nilai moral kepesantrenan. Kami berharap para peserta dapat menyesuaikandiri dengan kondisi ini" pungkasnya dalam sambutan sekaligus membuka adanya acara Sekolah Tafsir Hadis #2. (SH)

Berita Terkait