Nyalakan Obor bakar semangat mahasiswa baru 2018 STIUDA

STIUDA.AC.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam (Stiuda) Bangkalan, Jawa Timur Kembali menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) kepada mahasiswa baru tahun akademik 2018-2019.

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan atau yang lebih familiar dengan sebutan ospek di Stiuda itu kemasannya tampak berbeda dengan tahun sebelumnya yang pernah dilakukan.

Kali ini panitia PBAK membuka kegiatan tersebut dengan menggelar upacara dan dilanjutkan dengan menyalakan obor serta pelepasan balon sebagai tanda bahwa kegiatan itu resmi dibuka.

Badrus Soleh, selaku ketua SC PBAK Stiuda menyampaikan, peserta yang mengikuti kegiatan proses pengenalan lingkunan akademik kampus sebanyak 87 orang.

“Peserta PBAK kali ini jauh lebih banyak dari tahun sebelumya, mahasiswa baru kali ini berjumlah 87 peserta,” tutur Badrus, Sabtu (29/7/18).

Badrus menjelaskan, Kegiatan PBAK kali ini di beri nama Ashab al-Yamin. Penamaan ini berbeda dengan PBAK pada angkatan pertama kemarin yang di istilahkan dengan Assabiqunal Awwalun.

“Nah untuk penamaan kali ini para panitian PBAK mempunyai harapan yang sangat besar untuk mahasiswa baru kali ini. Semoga mahasiswa kali ini menjadi sekolompok orang ahli surga,” ujarnya.

“Pengenalan kampus bagi mahasiswa baru Stiuda 2018 berlangsung cukup meriah. Kegiatan PBAK di buka langsung oleh ketua STIUDA. kegiatan pembukaan berlangsung di halaman kampus STIUDA,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua STIUDA Umar Zaka dalam sambutannya menyampaikan, dilaksanakannya PBAK itu salah satunya untuk memperkenalkan mahasiswa baru terhadap lingkungan kampus pada masa transisi dari sekolah menengah ke Sekolah tinggi.

“Dan acara ini juga menjadi sarana untuk memunculkan potensi yang sebelumnya belum muncul atau sebelumnya sudah ada tapi tidak muncul. Dan bisa jadi potensi tersebut sudah di lihat oleh kakak senior kalian,” ucapnya.

Gus Zaka sapaan akrabnya mengatakan, acara ini juga sebagai proses penggemblengan terhadap mahasiswa baru.

“Jangan sampai mempunyai mental kerdil, mental cengeng apalagi tempe yang panas sedikit lembek, kesenggol sedikit lembek. Harus kuat dan berani,” tandasnya.

menurut Samaun selaku pembina PBAK-MB 2018 Pengenalan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru harus berbeda dengan ospek dibangku sekolah MA ataupun sederajat, oleh karena itu pengenalan lingkungan kampus pada mahasiswa baru bukan hanya menghibur, mendidik dan kreatif, selain itu juga harus lebih kritis, inovatif dan produktif. mahasiswa sebagai agen of change harus mampu berfikir kritis, apalagi mahasiswa ushuluddin yang notabenanya mahasiswa berfikir. namun perlu di catat bahwa pengenalan lingkungan kampus tidak boleh ada kekerasan fisik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *