Living Qur’an Hadis

Foto Cenderamata diberikan langsung oleh ketua STIUDA

Bangkalan – Dalam rangka pelantikan pengurus HIMAPRODI (Himpunan Mahasiswa Program Study) Ilmu al-Quran dan Tafsir dan Ilmu Hadis stiuda Pakong Modung Bangkalan.

Sekolah Tinggi Ilmu Usuludin Darussalam (stiuda) mengadakan seminar nasional dengan tema “living quran dan hadits, kontektualisasi alquran dan hadis dalam menciptakan kehidupan yang harmoni”. Seminar ini menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. Aksin Wijaya, M.Ag dan Ahmad Bahrudin.
Sedangkan peserta seminar selain dari mahasiswa stiuda sendiri juga dihadiri dari berbagai kampus tetangga dan luar madura seperti stital galis, stitmo modung, al-hamidiyah sen asen, ketua koordinator FKMTH Jatim (Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis) dari IAIN Tulung Agung; Setiamina beserta rombongannya, dan KORWIL ISQH Jatim (Ikatan Sarjana Quran Hadis) dari UINSA Surabaya; Samaun, S.Ag.
dalam paparannya Dr. Aksin Wijaya mengatakan bahwa Al-quran dimasa Rosulullah masih berbasis wacana oral dan hidup, tetapi sejak masa kholifah usman alquran dikodifikasi dalam bentuk kitab al-quran dan sejak itu al-quran mati. al-Quran hanya sebagi teks yg tidak hidup bersama situasi dan kondisi setempat.
Masih menurut Doktor yg sudah menulis 20 buku ini, dalam keadaan al-quran yg mati ini umat islam harus mampu mengkontektualisasi teks al-quran agar dia hidup dan dapat memberi solusi atas problematika yg dihadapi umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *